Komisi Satu DPRD Tabalong menerima audiensi Forum Demokrasi Milenial atau FDM Tabalong. Pertemuan ini membahas sejumlah isu demokrasi dan politik di daerah, mulai dari pemerataan akses Program 1000 Sarjana, hingga regulasi Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2027.
Komisi Satu DPRD Tabalong menerima audiensi Forum Demokrasi Milenial atau FDM Tabalong, di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Tabalong, pada Jumat, 18 Desember 2026.
Pertemuan ini menjadi forum penyampaian aspirasi generasi muda, terkait pendidikan demokrasi dan politik, serta berbagai persoalan Pemilu, Pilkada, dan Pemilihan Kepala Desa.
Dalam audiensi tersebut, FDM Tabalong mendorong agar keterlibatan generasi muda dalam perencanaan pembangunan daerah dapat ditingkatkan.
FDM juga mengharapkan terbangunnya sinergi berkelanjutan dengan DPRD Tabalong, dalam membahas berbagai isu demokrasi dan politik yang berkembang di masyarakat.
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah terkait Program 1000 Sarjana, yang menjadi program Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Ketua Komisi Satu DPRD Tabalong, Akhmad Helmi menjelaskan, dari pertemuan tersebut diharapkan program beasiswa tidak hanya menyasar mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, namun juga mahasiswa Tabalong yang berkuliah di dalam daerah.
“Tadi terkait dengan sebagaimana disampaikan bahwa jarang ada dilibatkan untuk dalam hal perencanaan pembangunan yang ada di Tabalong, juga disinggung tadi terkait juga dengan program pemerintah Tabalong khususnya yang program 1000 Sarjana. Mereka menghendaki tadi bahwa mahasiswa yang mendapatkan beasiswa itu tidak khusus diberikan kepada mereka mahasiswa yang kuliah di luar daerah saja, tapi juga mereka berharap bantuan beasiswa juga dapat diberikan kepada mahasiswa yang berkuliah di Tabalong sendiri,” kata Akhmad Helmi, Ketua Komisi I DPRD Tabalong.
Sementara itu Ketua FDM Tabalong, Muhammad Abduh, berharap mahasiswa asal Tabalong yang menempuh pendidikan di dalam daerah, juga perlu mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses program beasiswa.
Terlebih, bagi mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi di tengah masa perkuliahan, dukungan pendidikan dinilai penting untuk membantu mereka menyelesaikan studi.
“Di sini kami juga menekankan isu-isu lokal yang sedang dihadapi tadi tentang program 1000 Sarjana yang dijalankan Bupati Tabalong, di mana para mahasiswa yang berkuliah di Tabalong itu menginginkan adanya penerima beasiswa tidak hanya untuk yang berkuliah di luar daerah saja tapi juga yang asli orang Tabalong dan berkuliah di Tabalong bisa merasakan manfaat dari program tersebut,” ujar Muhammad Abduh, Ketua FDM Tabalong.
Selain akses beasiswa, FDM Tabalong turut menyorot rencana Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2027.
FDM mendorong agar regulasi terkait persyaratan calon Kepala Desa dapat diperjelas, termasuk mengenai tingkat pendidikan dan pengalaman di masyarakat.
Aspirasi ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong proses Pemilihan Kepala Desa yang mampu melahirkan pemimpin sesuai kebutuhan masyarakat.
Muhammad Khairillh, TV Tabalong, melaporkan.
