Penerapan sistem ganjil genap pada pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Tabalong mendapat tanggapan dari masyarakat. Sebagian pengguna menilai aturan ini dapat mempercepat antrean, namun ada pula yang berharap adanya kebijakan khusus bagi pelaku usaha travel yang membutuhkan BBM Pertalite hampir setiap hari.
Pemerintah Kabupaten Tabalong mulai melakukan uji coba sistem ganjil genap pada pengisian Pertalite, terhitung pada Senin 21 September 2026. Aturan ini membatasi kendaraan untuk mengisi BBM Pertalite, sesuai angka pelat terakhir dengan tanggal pembelian. Meski baru memasuki hari pertama uji coba, sejumlah masyarakat yang mengisi BBM mengaku sudah merasakan perubahan pada waktu antrean.
Pahrianto, salah satu pengguna Pertalite, menilai penerapan ganjil genap cukup membantu mempercepat proses pengisian BBM. Ia menyebut, jika sebelumnya harus mengantre lebih dari satu jam, kini waktu antrean yang dirasakannya sekitar satu jam.
“Bagus aja, lebih cepat pada biasanya. Biasanya sejam lebih sedikit ini sejam sampai. Ya berpengaruh sedikit meskipun banyak yang belum tahu ini masih. Mendukung aja kalau ada program dari pemerintah kami selalu mendukung,” kata Pahrianto, Masyarakat.
Namun tidak semua pengguna memiliki kondisi yang sama. Anas, yang menjalankan usaha travel menyampaikan harapan agar ada kebijakan yang dapat mengakomodir kebutuhan BBM bagi kendaraan travel. Menurutnya, usaha travel membutuhkan BBM untuk operasional hampir setiap hari, sehingga penerapan ganjil genap dinilai perlu mempertimbangkan kebutuhan kendaraan yang digunakan untuk usaha.
“Ganjil genap itu diterapkan pertama mulai hari ini lah, harapannya itu ya kita kan mentravel tu minyak harus hibak pas datang genapnya pas kada kawa lagi ulun, jadi harapannya dibedakan untuk usaha travel supaya bisa hari-hari. Amun mau ganjil genap ayo coba, tapi amun bisa isinya betambah tu nah,” ujar Anas, Masyarakat.
Melalui penerapan sistem ganjil genap ini, diharapkan dapat mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi pada jalur pengisian Pertalite. Sehingga proses pengisian BBM dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
