Home Blog SPBU di Tabalong Serentak Terapkan Sistem Ganjil Genap, Antrean Pertalite Berkurang

SPBU di Tabalong Serentak Terapkan Sistem Ganjil Genap, Antrean Pertalite Berkurang

by iin hendriyani

Per 21 September 2026, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kabupaten Tabalong mulai menerapkan uji coba sistem ganjil genap dalam penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Penerapan ini dilakukan untuk mengurai antrean panjang, sekaligus memberikan kesempatan pembelian Pertalite secara lebih merata bagi masyarakat.

Beginilah situasi pengisian Pertalite di SPBU Gunung Batu, Kecamatan Murung Pudak, Senin pagi 21 September 2026. Sejumlah kendaraan roda empat terlihat mengantre untuk mengisi Pertalite. Mayoritas kendaraan yang mengisi BBM memiliki nomor polisi ganjil, sesuai dengan sistem ganjil genap yang mulai diuji coba Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Pengawas SPBU Gunung Batu, Haris, menjelaskan penerapan sistem pada hari pertama berjalan lancar. Antrean kendaraan di jalur Pertalite juga dinilai lebih pendek dibandingkan hari biasa.

“Ada sebagian yang kurang tahu informasi. Alhamdulillah bisa mengamankan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat begitu lah edukasi,” kata Haris, Pengawas SPBU Gunung Batu.

Penerapan ganjil genap juga dilaksanakan di SPBU Mabuun. Pengawas SPBU Mabuun, Irwin Sahrianadi, menyebut sejak SPBU dibuka pukul tujuh pagi, pelaksanaan sistem berjalan lancar. Kendaraan yang mengisi Pertalite terpantau didominasi nomor polisi ganjil. Menurutnya, pembatasan berdasarkan nomor polisi membuat antrean lebih teratur dan berkurang.

“Kalau antrean saat ini tertib, perbedaannya mungkin berkurang lah antreannya karena yang genapnya tidak ada. Ya bisa dikatakan mengurangi karena dipantau oleh teman operator antrean sampai di depan Dinas Sosial, biasanya lebih dari itu,” tutur Irwin Sahrianadi, Pengawas SPBU Mabuun.

Irwin berharap uji coba sistem ganjil genap tidak hanya mengurangi antrean, tetapi juga membuat penyaluran Pertalite lebih tertib. Untuk mendukung pelaksanaannya, pihak SPBU berharap ada pengawasan dan penertiban dari stakeholder terkait, seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment