Untuk mengoptimalkan lahan sawah di musim kemarau, Kelompok Tani dan Pemerintah Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, mengharapkan bantuan pengairan hingga menjangkau lahan pertanian. Dengan pengairan yang memadai, petani berharap dapat menanam padi hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Meski petani Desa Habau masih mampu menanam dan memanen padi di tengah musim kemarau, ketersediaan air masih menjadi kendala utama. Hal ini disampaikan para petani saat panen raya yang digelar Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, pada 15 September 2026.
Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sarkani, menyebut hasil panen kali ini cukup baik, namun belum maksimal karena pengairan yang terbatas. Ia berharap bantuan pengairan dari pemerintah, khususnya pompanisasi, dapat menjangkau langsung lahan pertanian.
“Harapannya tahun yang akan datang mudah-mudahan pompanisasinya sudah sampai ke lahan-lahan petani. Kemarin ada bantuan dari dinas pompa itu, cuma pompanya belum sampai ke lahannya, masalahnya jauh mengambil airnya,” ujar Sarkani, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki.
Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Habau, Maulana. Menurutnya, ketersediaan air sangat penting untuk mengoptimalkan lahan sawah, terutama agar petani dapat meningkatkan frekuensi tanam. Salah satu upaya yang diharapkan, yaitu melalui pompanisasi atau pemanfaatan sumur bor untuk pertanian.
“Mungkin salah satunya adalah pompanisasi air atau sumur bor untuk pertanian-pertanian kita. Karena di sini untuk lahan, ada lahan yang bisa dioptimalkan yang semula bisa kita tanam 2 atau 3 kali tanam,” tutur Maulana, Kepala Desa Habau.
Dengan pengairan yang memadai, diharapkan ke depannya hasil produksi padi dengan lahan kurang lebih seluas 300 hektar dapat dimanfaatkan maksimal oleh warga Desa Habau.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
