Home Blog Makan Batalam, Tradisi Satu Abad yang Penuh dengan Nilai Kebersamaan

Makan Batalam, Tradisi Satu Abad yang Penuh dengan Nilai Kebersamaan

by iin hendriyani

Tradisi Makan Batalam di Kecamatan Banua Lawas disebut telah berlangsung sekitar satu abad. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, dengan nilai silaturahmi dan kebersamaan yang terus dijaga hingga kini.

Kepala Desa Hapalah, Anang Acil, menjelaskan tradisi Makan Batalam telah dilaksanakan masyarakat Desa Hapalah, Desa Bangkiling, dan Desa Bangkiling Raya, sejak kurang lebih satu abad yang lalu.

Menurut Anang, tradisi ini bermula dari para alim ulama yang menuntut ilmu agama di Arab Saudi, kemudian membawa tradisi ini ke Tanah Banjar. Dalam perkembangannya, Makan Batalam menjadi bagian dari adat dan kehidupan masyarakat, termasuk dalam lingkungan Kerajaan Banjar.

Makan Batalam juga memiliki sejumlah makna yang terkandung di dalamnya. Di antaranya mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mengajarkan untuk tidak serakah dan tidak memilih-milih hidangan yang telah disajikan.

“Jadi makna yang bisa kita ambil dalam Makan Batalam ini atau hikmahnya, yang pertama adalah silaturahmi sesama warga, yang kedua adalah gotong royong, yang ketiga adalah tidak serakah dalam menghadapi apa yang dihidangkan, terus selanjutnya tidak memilih apa yang disuduhkan, itulah yang akan kita terima,” tutur Anang Acil, Kepala Desa Hapalah.

Anang menambahkan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Makan Batalam diharapkan dapat terus dijaga oleh masyarakat Banua Lawas, sehingga tradisi yang telah berlangsung selama satu abad ini tetap dikenal dan dilaksanakan oleh generasi penerus di masa mendatang.

Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment