Pemerintah Kabupaten Tabalong menyiapkan pola pendampingan terpadu bagi wirausaha baru. Tak hanya melalui pelatihan dan permodalan, namun juga regulasi serta pendampingan, yang rencananya akan diintegrasikan melalui PLUT-KUMKM.
Dalam kegiatan rakor teknis program prioritas 15.000 tenaga terampil yang digelar pada 7 September 2026, Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani menilai, program pemberdayaan wirausaha selama ini sudah tersedia dari hulu hingga hilir. Mulai dari pelatihan tenaga terampil, permodalan, hingga regulasi melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP.
Namun berbagai program tersebut dinilainya masih berjalan di masing-masing lini. Sehingga wirausaha baru masih mengalami kebingungan untuk mengakses pembinaan, pendampingan, permodalan, maupun regulasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.
Melalui rapat koordinasi teknis program prioritas 15 ribu tenaga terampil, bupati mendorong agar seluruh tahapan tersebut dapat terhubung dalam satu titik layanan. Salah satunya dengan memperkuat peran PLUT-KUMKM Tabalong, sehingga wirausaha baru tidak hanya diberi pelatihan, tetapi juga didampingi hingga mampu mandiri.
“Ya jadi nanti rencana kami memang PLUT ini ataupun apapun namanya ini akan benar-benar menjadi yang profesional, yang benar-benar mempunyai kapasitas untuk menjadi bagian dari proses awal sampai hilir yang sudah kami berikan kebijakannya. Jadi kita memang ada missing atau ada suatu yang hilang, ada suatu teka-teki itu, ada puzzle itu, ada satu kotak lagi yang harus kita sempurnakan sehingga harapan kita nantinya wira usaha baru yang dari porgram 15ribu tanaga terampil benar-benar-benar ini bisa terwujud,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
PLUT-KUMKM selanjutnya diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi yang mempermudah wirausaha baru mengakses berbagai kebutuhan usaha, mulai dari pembinaan dan pendampingan, legalitas, hingga akses permodalan, dengan target akhir melahirkan wirausaha yang mampu berdiri dan berkembang secara mandiri.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
