Pemerintah Kabupaten Tabalong menyiapkan satu basis data peserta pelatihan tenaga terampil, untuk mengintegrasikan data yang selama ini tersebar di berbagai instansi. Pengintegrasian data tersebut untuk mencegah tumpang tindih peserta pelatihan, sehingga dapat dilakukan merata bagi masyarakat.
Rapat koordinasi teknis program prioritas 15 ribu tenaga terampil digelar Disnaker Tabalong, pada 7 September 2026, di Aula Disnaker Tabalong. Kegiatan ini dihadiri sejumlah dinas terkait serta camat se-Kabupaten Tabalong.
Program pelatihan 15 ribu tenaga kerja terampil dilaksanakan sejak tahun 2025 hingga 2026 melalui berbagai instansi. Baik oleh BLK Disnaker Tabalong, sejumlah SKPD, hingga pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.
Dalam rakor ini Bupati Haji Fani mengingatkan pentingnya integrasi data peserta melalui satu sumber. Sehingga riwayat pelatihan setiap peserta dapat terdata dengan baik, dan tidak terjadi peserta yang mengikuti pelatihan secara berulang di bidang yang berbeda.
“Yang pertama yang kita upayakan, yang kita akukan adalah itu bagaimana data peserta ini bisa nanti masuk dalam satu link data yang sama. Sehingga diharapkan, yang pertama adalah tidak ada overlapping terkait data, sehingga orang itu sudah pelatihan di sini, dia harus ahli di bidang ini saja, tidak boleh ikut pelatihan di lain. Itu kira-kira. Yang kedua adalah, kalau kita memerlukan, misalnya ada perusahaan membutuhkan, walaupun ada kartu kuning atau kartu AK1 segala, kita juga punya data ini,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Integrasi data ini diharapkan tidak hanya mempermudah pemerintah memetakan peserta pelatihan, namun juga menjadi basis data tenaga terampil yang dapat dimanfaatkan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja. Dengan data yang lebih terpadu, pemerintah dapat mengetahui kompetensi yang dimiliki setiap peserta, sehingga hasil pelatihan dapat lebih terarah dan berpeluang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
