Sebanyak 103 desa di Kabupaten Tabalong kini telah memiliki Ruang Terbuka Hijau RTH SMART. Dari total 121 desa se-Tabalong, pembangunan fasilitas yang menjadi bagian dari program satu desa satu Wi-Fi ini telah mencapai 85 persen. Pemerintah Kabupaten Tabalong pun optimis 18 desa yang masih berproses dapat menyelesaikannya hingga akhir tahun.
Pembangunan Ruang Terbuka Hijau RTH SMART di Kabupaten Tabalong hingga Agustus 2026 telah mencapai 85 persen. Dari total 121 desa, sebanyak 103 desa telah menyelesaikan pembangunan RTH SMART, sementara 18 desa lainnya masih dalam proses.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, Aditya Pula Nugraha menjelaskan, 18 desa yang belum menyelesaikan pembangunan RTH SMART memiliki kendala seperti ketersediaan lahan hingga keterbatasan anggaran.
Menurut Adit, untuk mengatasi kendala lahan, pemerintah desa dapat memanfaatkan atau mengalihfungsikan lahan pemerintah yang tersedia, serta mempertimbangkan pengadaan tanah apabila kondisi keuangan desa memungkinkan. Sementara untuk keterbatasan anggaran, penyesuaian akan diupayakan melalui anggaran perubahan, agar pembangunan RTH SMART dapat segera dilanjutkan.
Adit pun optimis seluruh desa di Tabalong dapat memiliki RTH SMART pada akhir tahun 2026. Menurutnya, RTH SMART tidak hanya menjadi bagian dari program satu desa satu Wi-Fi, namun juga simbol dan sarana pengembangan ekosistem transformasi digital di tingkat desa.
“Pada dasarnya memang RTH Smart ini bagian dari satu desa satu wifi. Pada dasarnya kami ingin membangun ekosistem transformasi digital, simbolnya itu melalui RTH Smart. Jadi selain ini mensupport satu desa satu wifi, ini juga mensupport terkait digitalisasi yang ada di desa. Jadi segala hal terkait masalah pelayanan, pelayanan secara pemerintahan, kemudian pemberdayaan Masyarakat dan juga pemberdayaan UMKM yang ada itu akan kami lakukan secara digitalisasi dan ini bisa dioptimalkan melalui RTH Smart dengan dibantu juga yang layanan fasilitas satu desa satu wifi,” ujar Aditya Pula Nugraha, Kepala DPMD Tabalong.
Adit juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga RTH SMART yang telah dibangun. Selain dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas sosial dan pusat informasi, fasilitas ini merupakan aset bersama yang perlu dijaga dari vandalisme maupun kerusakan, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
