Home Sosial Dinsos Tabalong Pastikan RS-Rutilahu Tetap Berjalan di 2026, Sasar 39 Unit Rumah

Dinsos Tabalong Pastikan RS-Rutilahu Tetap Berjalan di 2026, Sasar 39 Unit Rumah

by iin hendriyani

Meski menghadapi penyesuaian anggaran, Dinas Sosial memastikan program bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni atau RS-Rutilahu tetap berlanjut di tahun 2026. Program ini kembali dihadirkan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Program bantuan sosial rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni atau RS-Rutilahu di Kabupaten Tabalong dipastikan tetap berjalan di tahun 2026. Meski menghadapi penyesuaian dan pemangkasan anggaran, Dinas Sosial Tabalong tetap mengalokasikan bantuan RS-Rutilahu bagi masyarakat kurang mampu.

Pada tahun 2026, jumlah bantuan RS-Rutilahu ditargetkan sebanyak 39 unit rumah. Program ini mencakup pembangunan rumah baru maupun rehabilitasi rumah masyarakat, dengan prioritas bagi warga yang kondisi tempat tinggalnya paling membutuhkan penanganan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tabalong, Dody Arief Priyono, menjelaskan untuk dapat menerima bantuan tersebut, masyarakat harus terdaftar pada aplikasi Silangkarr. Setelah terdata, masyarakat dapat diusulkan melalui musyawarah pembangunan desa maupun kabupaten, pokok-pokok pikiran dewan, hingga usulan dari kelompok masyarakat.

, “Nah, setelah diusulkan, nanti beberapa persyaratan diserahkan ke Dinas Sosial, dan kemudian akan dicek ulang oleh fasilitator kami yang ada di desa maupun kelurahan. Dari fasilitator kami mendapatkan beberapa data, seperti KTP, KK, dan lain-lain, kemudian dibuatkan proposal. Setelah lengkap, fasilitator menyerahkan ke Dinas Sosial. Setelah itu kami langsung melakukan verifikasi di lapangan oleh Dinas Sosial sendiri, apakah yang bersangkutan layak mendapatkan bantuan atau tidak.” Kata Dody Arief Priyono.

Dody berharap, melalui program RS-Rutilahu tahun 2026, upaya rehabilitasi dan pembangunan rumah layak huni tetap dapat berjalan meskipun dengan keterbatasan anggaran, serta mampu berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Tabalong.

Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment