Untuk Meningkatkan Pemahaman para Pelajar di Kabupaten Tabalong tentang Bahaya HIV,AIDS dan Penyalahgunaan NAPZA, Pt Saptaindra Sejati menggelar Sosialisasi bagi Pelajar di SMK Negeri 1 Murung Pudak. Sosialisasi diharapkan dapat Mencegah Penularan HIV,AIDS dan Penyalahgunaan NAPZA di Kalangan Pelajar.
Sosialisasi Hiv,AIDS dan NAPZA digelar PT Saptaindra Sejati pada Jumat 12 Desember 2025, di Aula SMKN 1 Murung Pudak, Kelurahan Murung Pudak. Kegiatan yang menjadi Agenda Tahunan Perusahaan ini, kali ini menyasar para Pelajar, untuk diedukasi terkait Bahaya Penyalahgunaan NAPZA dan Penularan HIV,AIDS. Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi bagi Siswa untuk memahami Risiko Kesehatan yang sering tidak disadari pada Usia Remaja.
Officer K3L System dan compliance PT SIS, Rahman Keefe menjelaskan alasan menargetkan para Pelajar Sekolah dalam Sosialisasi. Ia menyebut Pelajar berada dalam Fase Rentan sehingga perlu diberikan pemahaman yang tepat mengenai Faktor Risiko yang dapat memicu Penularan HIV maupun keterlibatan dalam Penyalahgunaan NAPZA.
“Targetnya ya supaya teman-teman, siswa-siswi ini bisa memahami ya terkait apa sih faktor utama penyebab penularan napza dan juga hiv. Supaya nanti mereka bisa mengetahui pengendalian apa yang harus mereka lakukan ke depannya dan mereka harus berbuat apa dalam pergaulan supaya tidak terjerumus ke dalam yang namanya HIV/AIDS atau napza seperti itu.” Ujar Rahman Keefe, Officer K3I System & Compliance PT SIS
Sementara itu, Dokter Perusahaan, Dokter Yulia Anggraini yang menjadi Pemateri pada Sosialisasi ini mengungkapkan bahwa saat ini jumlah kasus HIV,AIDS semakin banyak ditemukan pada Usia Muda. Sehingga melalui Sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman pada Generasi Muda dan dapat menekan angka HIV,AIDS.
\ “Mungkin dulu-dulu kita melihatnya di usia 30-an, 40-an yang memang sudah produktif secara seksual gitu tapi saat ini kita melihat angkanya kenapa semakin lama semakin muda gitu. Nah dari sini juga kita menjadi salah satu alasan kita mengapa kita edukasi ke pelajar ya karena memang hiv,aids ini harusnya tidak menjadi hal yang tabu ya jadi memang usia sederhana mungkin itu dapat kita berikan edukasi sehingga kita dapat menekan angka kejadian HIV/AIDS.” Ujar Dr. Yulia Anggraini, Dokter Perusahaan.
Dokter Yulia menambahkan, pada sesi dialog para Siswa terlihat cukup aktif mengajukan pertanyaan maupun menanggapi Materi yang disampaikan. Sehingga ia berharap Ilmu yang diberikan dapat terserap dan dapat dibagikan kepada teman-temannya.
(Dano Nafarin, TV Tabalong)
