Pemerintah Kabupaten Tabalong akan merevitalisasi empat pasar desa pada tahun 2026. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan jual beli sekaligus memaksimalkan fungsi pasar bagi kegiatan masyarakat.
Empat pasar yang masuk dalam program revitalisasi yaitu Pasar Solan di Kecamatan Jaro, Pasar Batu di Kecamatan Haruai, Pasar Jangkung di Kecamatan Tanjung, dan Pasar Pematang di Kecamatan Benua Lawas. Revitalisasi dilakukan melalui penataan ulang dan pembangunan los pasar, dengan tujuan agar lingkungan pasar lebih nyaman, tertib, dan representatif bagi pedagang maupun pembeli.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong, Soleh, menjelaskan program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pasar-pasar desa yang selama ini belum mendapat pembenahan maksimal. Sebagian besar pasar tersebut sudah lama berdiri dan membutuhkan perbaikan agar aktivitas jual beli berlangsung lebih baik.
Konsep yang diterapkan adalah pembangunan pasar berbentuk los, tanpa toko tertutup dan tanpa sekat permanen. Dengan konsep ini, ruang menjadi lebih fleksibel dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial, seperti resepsi pernikahan, kegiatan keagamaan, maupun agenda kemasyarakatan lainnya.
“Revitalisasi pasar desa ini untuk kenyamanan masyarakat dalam melakukan jual beli di pasar agar lebih nyaman. Kemudian revitalisasi ini akan dilakukan di semua pasar di kecamatan, terutama pasar-pasar yang selama ini belum pernah tersentuh revitalisasi. Kita akan membuat pasar berbentuk los tanpa toko-toko, sehingga jika masyarakat memerlukan untuk kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, maupun perkawinan bisa dimanfaatkan,” ujar Soleh, Kepala DKUPP Tabalong.
Saat ini proses revitalisasi telah memasuki tahap akhir administrasi. DKUPP memastikan tahap tender selesai dilaksanakan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan kontrak dengan penyedia pekerjaan. Dengan revitalisasi ini, pemerintah daerah berharap pasar desa tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga ruang bersama yang menghidupkan interaksi dan kegiatan masyarakat.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
