Setelah lebih dari sebulan menjalani pembelajaran, puluhan peserta Pelatihan Operator Alat Berat Angkatan Pertama Tabalong akhirnya menutup masa belajarnya pada 25 Agustus 2025. Penutupan pelatihan ditandai dengan demonstrasi alat berat, dan diharapkan menjadi pintu awal bagi tenaga kerja lokal untuk siap bersaing dan meraih peluang kerja di dunia industri.
Pelatihan Dasar Pengoperasian Operator Alat Berat Angkatan Pertama Tahun 2025 ditutup oleh Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf. Penutupan pelatihan ditandai dengan demonstrasi penggunaan alat berat oleh siswa di hadapan Wakil Bupati dan perwakilan perusahaan.
Pelatihan diikuti 32 peserta yang dibagi dalam dua jurusan, yaitu Operator Excavator dan Wheel Loader. Sebelumnya para peserta ini telah menjalani pelatihan selama 35 hari dengan total 230 jam pelajaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabalong, Hadi Ismanto, mengapresiasi dukungan dari pihak perusahaan pertambangan yang berperan membantu menyediakan instruktur di pelatihan ini. Ia pun meminta dukungan lain dengan memberikan kesempatan bagi peserta agar bisa magang di perusahaan.
“Jadi mudah-mudahan besar harapan kami kepada perusahaan terhadap sesuai yang telah dilakukan ini, yang sebenarnya pada intinya kami sesuai dengan arahan Pak Bupati. Mudah-mudahan ada peluang untuk ada istilah pemagangan, cuma nanti mekanismenya kita atur sedemikian rupa.” kata Hadi Ismanto, Plt. Kepala Disnaker Tabalong.
Senada dengan Hadi Ismanto, perwakilan siswa Pelatihan Dasar Operator Alat Berat, Riban Arsudi, berharap pelatihan ini dapat menjadi pintu pembuka menuju kesempatan magang dan peluang kerja di perusahaan. Dengan begitu, ia dapat mengembangkan diri dan menjaga kualitas yang sudah dilatih.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi awal bagi kita untuk meningkatkan kualitas diri kita. Kami juga berharap agar kami dapat mengikuti kegiatan seperti pemagangan, agar kami dapat terus belajar dan berkembang.” ujar Riban Arsudi, Siswa Pelatihan.
Sementara itu, perwakilan PT Saptaindra Sejati, Pegi, menuturkan pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Ia menyebut program ini lahir dari inisiasi awal pemerintah daerah yang meminta dukungan dunia usaha untuk mendukung pembangunan di bidang ketenagakerjaan. Pegi pun berpesan kepada siswa pelatihan untuk memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan yang diajarkan, agar bisa mendapatkan pekerjaan baik di pemerintahan maupun perusahaan.
“Bicara lapangan pekerjaan itu bukan hanya di lingkup tambang, tapi sangat luas, apakah di pemerintahan itu sendiri, apakah di perkebunan. Bekal yang diberikan ini merupakan tahap awal. Jika mengikuti standar perkembangan perusahaan pada saat masuk nanti, tentunya akan ada pengembangan keterampilan, skill up, dan sebagainya. Jadi apa yang didapatkan oleh teman-teman peserta pelatihan saat ini itu menjadi pegangan awal, dan jangan pernah berhenti belajar untuk mengembangkan diri.” ujar Pegi, Perwakilan PT SIS.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam program Pelatihan Operator Alat Berat ini, diharapkan mampu mencetak tenaga kerja lokal yang terampil, disiplin, dan siap bersaing tidak hanya di Tabalong, tetapi juga di tingkat regional maupun nasional.
(Dano Nafarin/TV Tabalong)