Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mengimbau masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri apabila pernah melakukan kontak erat dengan penderita tuberkulosis atau TBC. Pasalnya, penyakit TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang rutin dan disiplin.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kesehatan Jiwa, dan NAFZA Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Rapolo Manik. Terlebih saat ini, Dinkes Tabalong tengah menggencarkan skrining penderita TBC di masyarakat.
Masyarakat yang terpapar atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC diminta tidak perlu takut untuk memeriksakan diri. Dengan pemeriksaan dini, penyakit TBC dapat segera terdeteksi dan ditangani secara tepat.
Penyakit TBC sendiri dapat disembuhkan dengan pengobatan yang rutin dan disiplin selama enam bulan. Selain itu, obat TBC juga diberikan secara gratis oleh pemerintah daerah.
“TBC itu bisa disembuhkan. Lama pengobatannya enam bulan dan obatnya gratis. Jadi tidak akan membebani keluarga penderita TBC,” ujar Rapolo Manik, Kabid P2P, Kesehatan Jiwa, dan NAFZA Dinkes Tabalong.
Rapolo juga berpesan agar para penderita TBC tidak merasa malu atau menarik diri dari lingkungan masyarakat. Namun demikian, penderita diimbau tetap menjaga etika batuk, seperti menutup mulut dan hidung, membuang tisu dengan benar, menggunakan masker, mencuci tangan setelah batuk, serta tidak meludah sembarangan.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
