Ketua DPRD Tabalong, Riza Pahlipi, menyampaikan keinginannya agar ada pengembangan layanan kesehatan berupa poli khusus medical check up di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Badaruddin Kasim Maburai. Hal tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan rumah sakit pada hari pertama masuk kerja pasca libur Hari Raya Idulfitri, pada 15 Maret 2026.
Dalam tinjauannya, Ketua DPRD Tabalong, Riza Pahlipi, menemukan bahwa layanan medical check up atau MCU di RSUD Haji Badaruddin Kasim saat ini masih tersebar di beberapa lokasi yang berbeda. Kondisi ini dinilai kurang efektif karena pasien harus berpindah-pindah tempat untuk menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi, hingga pemeriksaan THT dan pemeriksaan lainnya.
Ia berharap ke depan seluruh layanan medical check up dapat terintegrasi dalam satu lokasi, sehingga memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara lebih cepat dan efisien.
Selain itu, Ketua DPRD juga menyoroti tingginya jumlah pasien pada layanan bedah saraf di Kabupaten Tabalong yang dinilai belum sepenuhnya didukung dengan fasilitas peralatan yang memadai.
Ia mendorong pihak manajemen rumah sakit untuk melakukan kajian serta evaluasi terhadap kebutuhan alat kesehatan, khususnya pada layanan bedah saraf. DPRD Tabalong juga siap memberikan dukungan apabila diperlukan peningkatan fasilitas guna menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
“Tadi kita melakukan observasi beberapa ruangan dan beberapa fasilitas. Ini akan menjadi catatan penting juga terkait fasilitas untuk medical check up, di mana medical check up ini tempatnya tidak menjadi satu kesatuan dan agak jauh antara pemeriksaan satu dengan lainnya, seperti antara pemeriksaan darah, radiologi, bahkan THT dan lainnya, itu semua jaraknya cukup jauh. Ini harapan saya kepada Pak Dirut, mudah-mudahan juga di tahun ini bisa dijadikan satu, sehingga orang yang mau medical check up tidak kebingungan atau tidak ke sana kemari untuk melakukan proses MCU tersebut,” ujar Riza Pahlipi, Ketua DPRD Tabalong.
Sementara itu, Direktur RSUD Haji Badaruddin Kasim Maburai, Setyawan Andri Wibowo, mengakui bahwa layanan medical check up saat ini memang masih terpisah dan belum terpusat dalam satu poli khusus. Pihaknya pun berencana melakukan studi kelayakan sebagai langkah awal untuk mengusulkan pembangunan poli medical check up terpadu.
Rencana tersebut akan diusulkan untuk masuk dalam anggaran, baik melalui APBD Perubahan tahun ini maupun APBD Induk tahun 2027. Saat ini, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan ruangan yang direncanakan menjadi lokasi poli medical check up, yang berada di dekat ruang radiologi.
“Memang benar kita akui, tadi sudah kita observasi, memang di Rumah Sakit Haji Badaruddin Kasim untuk medical check up itu kita masih terpisah, belum jadi satu poli yang besar. Jadi nanti akan kita bikin studi kelayakan untuk nanti akan kita usulkan bahwa dalam setiap pelayanan, dalam satu tempat nanti pasien tersebut MCU sudah selesai semua. Kalau yang saat ini kan masih ke poli lain-lain sendiri, jadi nanti harapan kami dalam satu lokasi itu nanti sudah bisa terlayani dengan maksimal,” ujar Setyawan Andri Wibowo, Direktur RSHBK Maburai.
Dengan adanya rencana pengembangan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di RSUD Haji Badaruddin Kasim Maburai dapat semakin optimal serta memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabalong.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
