Home Kesehatan Perkuat Deteksi Dini TBC di Masyarakat, Dinkes Tabalong Tambah Alat Skrining di 2026

Perkuat Deteksi Dini TBC di Masyarakat, Dinkes Tabalong Tambah Alat Skrining di 2026

by iin hendriyani

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong pada tahun 2026 akan mendistribusikan tiga unit tambahan alat skrining pasien terduga tuberkulosis (TBC). Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan cakupan skrining TBC di Kabupaten Tabalong.

Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong diproyeksikan oleh Kementerian Kesehatan untuk memeriksa sebanyak 4.000 orang terduga TBC. Namun, akibat keterbatasan alat skrining, Dinkes Tabalong hanya mampu melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 60 persen atau 2.400 orang dari target tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kesehatan Jiwa, dan NAFZA Dinkes Tabalong, Rapolo Manik, menjelaskan bahwa untuk meningkatkan cakupan skrining, pihaknya telah menambah jumlah alat skrining yang sebelumnya hanya dua unit menjadi lima unit.

“Di tahun 2025 pengadaannya sudah ada tiga unit, tetapi realisasinya baru di penghujung 2025. Ditambah satu unit yang sebelumnya dalam perbaikan teknis kini sudah berfungsi, sehingga praktis kita memiliki lima unit. Dengan alat diagnostik TCM ini, kita sebar di beberapa puskesmas berdasarkan zona wilayah utara, selatan, dan tengah, sehingga memperluas cakupan skrining terduga TBC. Selain itu, di tahun 2026 kita juga sudah memiliki alat rontgen mobile yang bisa dibawa ke lokasi pelayanan kesehatan keliling,” ujar Rapolo Manik.

Rapolo menambahkan, dari 2.400 orang terduga TBC yang telah dilakukan skrining, sebanyak 702 orang dinyatakan positif TBC. Dari jumlah tersebut, 92 persen pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 8 persen lainnya meninggal dunia dalam proses pengobatan, namun bukan disebabkan oleh penyakit TBC.

Dengan adanya penambahan alat skrining ini, Rapolo berharap cakupan deteksi dini TBC di Kabupaten Tabalong dapat semakin maksimal, sehingga pasien yang positif TBC dapat segera ditemukan dan menjalani pengobatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment