Meski APBD Tahun 2025 belum berakhir, Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Tabalong mencatat pendapatan daerah telah terealisasi lebih dari 100 persen. Dari target sebesar 2,9 triliun rupiah, realisasi pendapatan mencapai 3,3 triliun rupiah.
Berdasarkan laporan terakhir Badan Pendapatan Daerah Tabalong per 22 Desember 2025, pendapatan daerah Tabalong telah terealisasi sebesar 114 persen. Dari target 2,9 triliun rupiah, realisasi pendapatan mencapai 3,3 triliun rupiah.
Adapun rincian realisasi tersebut meliputi pendapatan asli daerah atau PAD yang terdiri dari pajak daerah dan retribusi daerah. Dari target sebesar 290 miliar rupiah, terealisasi sebesar 282 miliar rupiah atau 97,27 persen.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi sebesar 99,85 persen.
Lain-lain PAD yang sah terealisasi sebesar 92,90 persen.
Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi sebesar 115 persen, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar 117 persen.
Kepala Bapenda Tabalong, Nanang Mulkani, menjelaskan bahwa kelebihan pendapatan atau Silpa pendapatan ini membawa dampak positif bagi daerah. Pasalnya, dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan daerah serta berbagai program yang akan dilaksanakan bagi masyarakat.
“Jadi perlu dibedakan antara surplus pendapatan ini nanti pada tahun 2025 akan menjadi Silpa pendapatan ya dengan Silpa belanja. Kalau Silpa belanja itu tidak sehat, tapi kalau Silpa pendapatan ini sebaliknya justru lebih baik. Ada suatu keberuntungan kita bisa melampaui pendapatan bahkan hingga 114 persen. Nilai 114 persen ini berjumlah ratusan miliar. Ini bisa kita gunakan lagi nanti pada saat APBD perubahan. Jadi pendapatan itu disusun berdasarkan potensi penerimaan pada tahun berjalan, dan itu selalu di-up dibanding potensi yang ada.” Kata Nanang Mulkani, Kepala Bapenda Tabalong.
Nanang menambahkan, dalam beberapa waktu ke depan pihaknya akan melakukan perhitungan akhir pendapatan daerah hingga 31 Desember 2025. Namun, jumlah tersebut diprediksi tidak akan jauh berbeda dibandingkan data realisasi terakhir.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
