Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Tabalong akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan, khususnya makanan berbuka puasa dan takjil yang dijual di masyarakat. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peredaran produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko kesehatan selama bulan Ramadan.
BPOM Tabalong akan melakukan inspeksi ke berbagai sarana distribusi, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor. Pemeriksaan difokuskan pada ketersediaan stok serta keamanan produk obat dan makanan, mengingat lonjakan konsumsi yang biasanya terjadi selama Ramadan.
Selain itu, pengawasan juga menyasar pedagang takjil dan makanan siap saji. Tim BPOM akan memastikan produk yang dijual aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Pemeriksaan dilakukan langsung di lapangan, termasuk melalui pengujian sampel menggunakan fasilitas laboratorium milik BPOM Tabalong.
Makanan dan minuman siap saji dinilai menjadi salah satu faktor risiko utama jika tidak diolah secara higienis. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap minuman es yang menggunakan air mentah, serta memastikan air yang digunakan merupakan air minum yang layak konsumsi.
Proses pengolahan makanan juga harus memperhatikan kebersihan, mulai dari bahan baku, peralatan, hingga air yang digunakan. BPOM menegaskan agar pelaku usaha tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna non pangan pada makanan dan minuman.
Kepada masyarakat, BPOM juga mengimbau agar lebih selektif dalam memilih makanan berbuka, membatasi konsumsi minuman berwarna dan berperisa, serta memperbanyak minum air putih.
“Saya imbau masyarakat untuk waspada minum es sembarangan, dan untuk penjual es tolong yang dibikin es minimal air minum dalam kemasan atau air galon, bukan air PDAM diplastiki lalu dimasukkan ke dalam freezer. Yang kedua, proses pembuatan harus higienis, jangan pula mencuci peralatan dengan air sungai. Yang ketiga, jangan tambahkan bahan aneh-aneh seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil. Dan untuk masyarakat, saya mengimbau agar dibatasi putra-putrinya mengonsumsi minuman yang berwarna dan berperisa, serta perbanyak minum air putih,” ujar Taufiqurrohman, Kepala BPOM Tabalong.
Melalui pengawasan ini, BPOM Tabalong berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
