Home UMKM Fokus Desa Perbatasan, DKUKMPP Tabalong Pelatihan Penguatan UMKM di 2026

Fokus Desa Perbatasan, DKUKMPP Tabalong Pelatihan Penguatan UMKM di 2026

by iin hendriyani

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tabalong akan memfokuskan program pelatihan UMKM pada tahun 2026 dengan menyasar kawasan pedesaan di wilayah perbatasan. Langkah ini diambil sebagai upaya mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro di daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Pada tahun 2025, Diskopukmperindag Tabalong berhasil mencetak sebanyak 451 wirausaha baru melalui berbagai program pelatihan. Pelatihan tersebut meliputi kerajinan batik Tabalong, olahan bumbu, pemanfaatan serabut kelapa, kerajinan kayu, olahan pangan, hingga sejumlah pelatihan keterampilan lainnya.

Memasuki tahun 2026, Diskopukmperindag Tabalong akan mengarahkan pelatihan tidak hanya pada penciptaan UMKM baru, tetapi juga pada penguatan kapasitas pelaku usaha di desa. Sejumlah pelatihan yang direncanakan antara lain pelatihan manajemen usaha dan manajemen keuangan, pelatihan wirausaha baru menuju entrepreneur unggul usaha mikro, serta pelatihan perizinan usaha.

Selain itu, pelatihan pengolahan produk juga akan digelar, seperti pelatihan pembuatan kue basah dan kering, pembuatan amplang, pembuatan roti, hingga pelatihan pemasaran online dan digitalisasi usaha. Pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan pengembangan produk serta penyelenggaraan promosi untuk memperluas akses pasar UMKM desa.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tabalong, Soleh, mengatakan fokus pengembangan UMKM tahun ini diarahkan ke kawasan pedesaan dengan pendekatan berbasis potensi wilayah. Melalui pemetaan sentra produk di masing-masing daerah perbatasan, pemerintah daerah berharap dapat mendorong lahirnya UMKM unggulan desa yang sesuai dengan karakteristik dan sumber daya lokal.

“Tahun ini dalam rangka mencetak UMKM baru, kita berkonsentrasi di pedesaan. Kita akan meningkatkan perekonomian di pedesaan melalui UMKM, baik koperasi maupun usaha kecil menengah yang ada di desa. Kita akan berfokus ke sentra-sentra produk, seperti di wilayah perbatasan, misalnya Jaro cocoknya sentra apa, kemudian perbatasan dengan Kalimantan Tengah produk apa yang sesuai. Itu akan kita lakukan penelitian terlebih dahulu,” ujar Soleh.

Dengan strategi ini, Diskopukmperindag Tabalong optimistis UMKM pedesaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian desa di Kabupaten Tabalong.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment