Unik! Perpisahan Di SMPN 6 Tanjung Usung Konsep Budaya Jawa

by admintv
0 comment

TV Tabalong – SMP Negeri 6 Tanjung, menggelar pengukuhan sekaligus perpisahan siswa kelas 9, pada 28 Mei 2022. Sebanyak 51 siswa dikukuhkan pada tahun ini. Uniknya, di tahun ini SMPN 6 Tanjung mengusung tema budaya adat jawa. Hal ini berbeda dari tradisi perpisahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Adat jawa ditonjolkan pada pakaian surjan lurik dan kebaya yang kenakan oleh seluruh siswa dan dewan guru, prosesi kirab hingga sungkeman dengan wali murid, tarian jawa dan japin banjar, hingga musik karawitan. Hal ini menjadikan perpisahan di tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pihak sekolah sengaja menonjolkan budaya pada perpisahan kali ini, agar para siswa lebih mencintai adat budaya yang mereka miliki. Disamping itu, mayoritas siswa yang ada di smp negeri 6 tanjung ini merupakan keturunan suku jawa yang tinggal di tabalong, sehingga pengukuhan dan perpisahan tahun ini mengusung adat jawa.

“Sebelum sebelumnya memang kita melakukan kegiatan seperti ini, namun sebelumnya kita lebih banyak ke arah nasional, dan kita hari ini ingin mengusung dari berbagai adat, dimulai dari tahun ini, kita memulai dengan adat Jawa, InsyaAllah tahun depan kita akan mengusung adat Banjar, dan adat suku suku lainnya kalau memungkinkan” Kata Suhaimi, Ketua Pelaksana.

Kepala SMP Negeri 6 Tanjung, Fitriyani, mengharapkan kepada para siswa yang telah lulus dari sekolah ini melanjutkan perjuangan mengejar cita-cita mereja. Sehingga kelak dapat menjadi penerus bangsa dan negara.

“Untuk siswa siswa ku kelas 9 yang hari ini sudah melakukan pengukuhan dan perpisahan, semoga kalian kedepannya bisa menggapai cita cita kalian, dari cita cita kalian itulah, mudah mudahan bisa terwujud, bisa menjadi generasi penerus yang bisa membanggakan orang tua bangsa dan negara” Kata Fitriyani, Kepala SMP Negeri 6 Tanjung.

Kesenian yang ditampilkan ini sendiri merupakan hasil kolaborasi ekstrakurikuler para siswa yang ada disekolah ini. Selain itu, untuk mencapai hasil maksimal, pihak sekolah juga melakukan konsultasi dengan dalang atau sesepuh yang ada di desa kambitin raya. (Muhammad Ariadi).

Related Articles

Leave a Comment