Tunggakan Retribusi Pasar Capai 1,8 M

TVTABALONG.COM–  Sesuai data pemerintah Kabupaten Tabalong, retribusi pasar yang terdiri dari retribusi pelayanan pasar, dan retribusi pasar grosir atau pertokoan, mengalami tunggakan retribusi.

Hal ini sudah terjadi sejak 12 tahun silam, yang mengakibatkan penumpukan piutang daerah sebesar Rp 1,8 milyar.

Berdasarkan data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Tabalong terdapat retribusi yang mengalami tunggakan pembayaran.

Salah satunya retribusi pelayanan pasar dan retribusi pasar grosir atau pertokoan.

“Memang ada tunggakan selama ini, tunggakannya hampir 1 m lebih” sebut Kepala Tabalong BPPRD Erwan Mardani

“Saya kira ini menjadi tanggung jawab disperindag untuk melakukan penagihan. Jadi penagihan atau peringatan ” 

“Saya kira penagihan sudah diupayakan, lalu nanti ada peringatan, peringatan pertama,kedua dan ketiga”. Imbuh Erwan .

Pasar yang memiliki tunggakan retribusi, yakni pasar yang di bawah pengawasan unit pelaksana teknis pasar, seperti pasar di Kecamatan Tanjung,  Kecamatan Muara Uya, Kelua,  Banua Lawas, Haruai, dan Pasar Murung Pudak.

Penunggakan terjadi sejak tahun 12 tahun, yaitu dari 2005 hingga tahun 2017. Tunggakan tersebut bahkan mencapai nominal hingga 1,8 milyar.

Kepala bidang pengelola pasar Disperindag Tabalong mengatakan, ada beberapa alasan yang menyebabkan terjadinya tunggakan pembayaran retribusi pasar.

Salah satunya  karena pergantian kepemilikan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah.

“Ada yang tempatnya itu sdh berubah fungsi, itu yg pertama, yang kedua ada yg sudah beberapa kali berpindah tangan, sehingga pemilik terakhir tidak mau melanjutkan atau membayar jumlah piutang orang yang terdahulu” jelas Fariduddin

Baca Juga Disperindag Akan Cabut Izin Pedagang Yang Tunggak Sewa Kios & Tidak Patuhi Peraturan

“karena pelepasan sewa mereka itu di bawah tangan, tanpa sepengetahuan pemerintah daerah.

“seandainya itu sepengetahuan pemda, mungkin kita akan mengenakan retribusi agar lunas” jelasnya lagi.

Di tahun 2017, UPT Murung Pudak memiliki tunggakan retribusi tertinggi, yakni sebesar Rp 618 juta lebih. Disusul oleh UPT Kelua sebesar Rp 598 juta.

Sedangkan tunggakan retribusi terkecil ada di UPT Pasar Haruai sebesar Rp 800 ribu.

Penulis : Sherly Nova Arianti | Redaktur : Hendriyani

1 thought on “Tunggakan Retribusi Pasar Capai 1,8 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: