Tips Cara Jamaah Haji Tidak Tersesat Saat Ibadah

by admintv
0 comment

TV Tabalong – Untuk menghindari terjadinya salah jalan atau tersesat selama menunaikan ibadah haji, calon jamaah disarankan untuk selalu berombongan ketika menuju suatu tempat, baik WC umum, masjid, atau tempat umum lainnya.

Jika bepergian sendiri, para jamaah disarankan untuk membawa buku atay handphone, yang digunakan untuk mencatat atau memoto tempat sekeliling yang dilewati sebelum bepergian, sehingga dapat pulang di jalan yang sama. Para jamaah haji juga diminta mengenali rute, dan tanda. Pasalnya pemerintah arab saudi memberikan tanda rute maupun peta, yang dapat dikenali saat menuju suatu tempat.

Baca Juga : Hindari Overkapasitlitas, CJH Diminta Bawa Barang Seperlunya

Pembimbing manasik haji, Ustadz Ahmad Rizani Asmail mengingatkan calon jamaah untuk selalu menggunakan gelang tanda jamaah haji yang diberikan pemerintah. Gelang juga tidak boleh ditukar baik suami maupun istri karena setiap gelang memiliki tanda khusus. Ia juga menyarankan agar jamaah selalu menggunakan tas dada selama diluar penginapan untuk mempermudah petugas mengidentifikasi jamaah yang tersesat.

“ada sistem kedua yaitu diperbantukan oleh petugas haji dari Indonesia. Jadi petugas Indonesia ini khususnya tenaga musiman, mereka itu nanti akan berdiri di setiap titik poin, misalnya dekat Masjidil Haram, di bagian pintu 1, pintu 7 maupun lainnya, mereka akan berdiri di sana” jelas Ust Ahmad Rizani

“andaikata mereka menemukan orang tersesat, cobalah perhatikan, mereka akan menggunakan baju rompi hitam bertuliskan petugas haji Indonesia, lengkap dengan ID card. Maka minta tolong lah kepada mereka, nanti mereka yang akan mengantarkan jamaah haji itu ke sektor-sektor, daerah kerja kota Mekkah ataupun Madinah, dari sektor itu nanti setelah dikumpulkan, mereka di identifikasi, kemudian mereka akan diantarkan langsung menuju hotel tempat tinggal jamaah” lanjutnya lagi

Dengan beberapa tips ini, Ustadz Rizani berharap para jamaah haji tetap bisa memperhatikan kondisi sekitar, sehingga dapat meminimalisir jamaah yang tidak mengetahui arah jalan pulang. Selain itu, ketua rombongan pun juga dituntut untuk terus memperhatikan anggotanya selama menunaikan ibadah haji. (Muhammad Ariadi).

Related Articles

Leave a Comment