Puskesmas Kelua Direlokasi??

TVTABALONG.COM – Keinginan merelokasi Puskesmas Kelua menjadi rumah sakit pratama, disampaikan Dinas Kesehatan Tabalong dalam rapat agenda penyampaian kegiatan tahun 2019, pada komisi 1 DPRD Kabupaten Tabalong, 1 April lalu di Mabuun.

Relokasi Puskesmas Kelua rencananya dilakukan tahun 2019 ini, ke Desa Takulat Kecamatan Kelua. Hingga saat ini, proses relokasi masih dalam tahap pembebasan lahan seluas 4 hektar persegi, dengan biaya sebesar Rp 4 milyar melalui dana APBD.

Sedangkan pembangunan gedung diperkirakan menelan dana sebesar Rp 9 milyar, dengan rincian Rp 5 milyar dana APBD dan Rp 4 milyar dana APBN.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tabalong, Ahmad Rivai mengatakan, meski pemerintah daerah sudah menyediakan lahan untuk pembangunan rumah sakit pratama. Namun masih ada sejumlah pertimbangan, untuk tetap menggunakan bangunan lama.

ini yang menjadi bahan perdebatan kita. ada keinginan bahwa kita tidak relokasi tetapi menambah bangunan, jadi puskesmas yang lama tetap ada yang kita bangun adalah rumah sakit itu alternatif 1” jelas Rivai

“Dan alternatif kedua bisa saja relokasi murni, jadi puskesmas yang ada  pindah bangunan yang ada barangkali dimanfaatkan jadi sarana yang lain. Jadi ditambah rawat inapnya untuk kapasitas rawat inapnya.” tambahnya

Rencana relokasi dan peningkatan Puskesmas Kelua menjadi rumah sakit pratama menuai masukan dari DPRD Tabalong. Wakil Ketua Komisi I DPRD Tabalong Maksum Dahlan berpendapat, lokasi Puskesmas Kelua yang sudah strategis tidak memerlukan relokasi. Menurutnya hanya diperlukan perbaikan di bagian rawat inap, agar mampu dan layak menampung pasien. 

nah jawabannya bukan Relokasi Puskesmas Kelua, jawabannya adalah bagaimana kita bisa membangunkan tempat perawatan yang permanen” kata Maksum

“Artinya adalah membangun rumah sakit, baik rumah sakit pratama ataupun rumah sakit tipe D.” timpalnya

“ Bukan merelokasi Puskesmas Kelua yang sudah bagus dan strategis” tandas Maksum kemudian

Relokasi Puskesmas Kelua dimaksudkan untuk pengembangan rawat inap. Sehingga bisa menampung seluruh pasien Puskesmas yang ada di Wilayah Selatan, dan mengurangi potensi rujukan masyarakat untuk berobat ke Rumah Sakit Hulu Sungai Utara.

Reporter : Sherly Nova Arianti | Redaktur : Hendriyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: