Polres Tabalong Tegaskan Penimbun Migor Bakal Dipidana

by admintv
0 comment

TV Tabalong – Satuan reserse kriminal Polres Tabalong memastikan, ketersedian minyak goreng di tabalong cukup memadai, dan tidak ditemukan indikasi penimbunan, per tanggal 4 April 2022. Hanya saja stok minyak goreng yang tersedia dalam bentuk kemasan premium, dengan kisaran harga 26 hingga 28 ribu rupiah di tingkat agen atau distributor. Sedangkan minyak goreng curah seharga 14 ribu rupiah hingga 15 ribu 500 rupiah, hingga saat ini belum tersedia.

Kasatreskrim Polres Tabalong, AKP Trisna Agus Brata mengatakan, meski saat ini tidak ditemukan penimbunan minyak goreng, namun jika ada yang berani melakukannya akan ditindak pidana dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 50 milyar rupiah. Sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.  Akp trisna menambahkan, penimbunan yang dimaksud ialah menyimpan barang tersebut ditengah kelangkaan, selama kurun waktu lebih dari 3 bulan dengan jumlah yang tidak wajar. Jumlah tak wajar ini terlihat dari kelebihan stok barang, dibandingkan catatan rata-rata penjualan per bulan dalam kondisi normal.

AKP Trisna menjelaskan, selain minyak goreng, dalam peraturan presiden nomor 71 tahun 2015 juga diatur barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya, yang dapat dikenakan tindak pidana jika dilakukan penimbunan. Barang kebutuhan pokok tersebut terbagi ke dalam tiga kriteria, yakni hasil pertanian, industri, serta peternakan dan perikanan. Sedangkan yang dimaksud barang penting diantaranya seperti benih tanaman pangan, pupuk, gas melon, dan lain-lain.

 “Nah selain barang-barang yang dimaksud tadi, kalo misalnya ada terjadi penimbunan maka tidak bisa dikategorikan sebagai tindak pidana perdagangan dalam hal penimbunan. Jadi kalo misalnya ada ditemukan adanya penimbunan, harus barang-barang yang dimaksud barang kebutuhan pokok dan barang penting. Nah ini yang bisa dikenakan pidana undang-undang perdagangan sebagaimana dimaksud pasal 107, ini ancamannya 5 tahun penjara dan dendanya 50 milyar ya. Nah ini kalo misalnya kita temukan, namun di Kabupaten Tabalong sejauh ini belum kita temukan adanya kegiatan penimbunan.” Kata AKP Trisna Agus Brata, Kasatreskrim Polres Tabalong.

AKP Trisna mengimbau, kepada masyarakat agar tetap tenang dengan isu yang berkembang bahwa minyak goreng langka, karena ia dan jajaran sudah memastikan stoknya cukup memadai. ia pun meminta, agar masyarakat tidak perlu panic buying, dan cukup membeli seperlunya untuk menjaga stabilitas minyak goreng. (Alfi Syahrin).

Related Articles

Leave a Comment