Home / Pertanian / Petani Masingai Harapkan Legalitas Lahan Sawah Lewat Program Pemerintah

Petani Masingai Harapkan Legalitas Lahan Sawah Lewat Program Pemerintah

TVTABALONG.COM – Saat ini Gabungan Kelompok Tani Usaha Bersama Desa Masingai II Kecamatan Upau, memiliki lahan persawahan seluas 50 hektar. Namun, hanya 40 hekar yang telah bersertifikat resmi. Sedangkan 10 hektarnya belum memiliki surat legalitas resmi dari pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan, saat acara wiwitan yang diselenggarakan Gapoktan Usaha Bersama pada 24 april 2019, bersama pemerintah daerah. Ketua Gapoktan Usaha Bersama, Tugiran, berharap pemerintah daerah dapat mencarikan solusi terkait dokumen legalitas 10 hektar lahan persawahan anggotanya.

Baca Juga : Wiwitan, Cara Petani Desa Masingai Ungkapkan Rasa Syukur Atas Melimpahnya Panen

“ada beberapa kelompok melaporkan kepada kami, kurang lebih 50 orang  belum punya sertifikat” kata Tugiran

“Lahannya ada 50 hektar, yang belum ada sertifikatnya 10 hektar”

Permintaan ini ditanggapi Wakil Bupati Tabalong yang hadir di acara ini. Wakil Bupati Mawardi mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan kantor Pertanahan Nasional Tabalong. Agar dapat memprogramkan pensertifikatan tanah gratis melalui prona, yang saat ini berganti nama menjadi PTSL, di area persawahan warga.

“Insya Allah nanti akan kita sampaikan ke BPN, mereka sangat kesulitan juga mencari (lahan) untuk pensertifikatan tanah” ucap Mawardi

“karena ini hamparannya luas, tidak masalah. Karena BPN juga mencari hamparan tanah Luas yang dimiliki banyak orang”

Tahun ini Kabupaten Tabalong mendapat jatah pensertifikatan tanah gratis melalui program PTSL, sebanyak 4 ribu bidang tanah. Biaya pensertifikatan tanah sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat, dan dengan dukungan dana dari pemerintah Kabupaten Tabalong.

Reporter : Normansyah | Redaktur : Hendriyani

Check Also

BPN Jelaskan Akar Masalah Maraknya Sengketa Lahan Di Kelurahan Mabuun

TVTABALONG.COM  – Kelurahan mabuun banyak menyisakan persoalan permasalahan sengketan tanah. Permasalahan yang berakar dari konsolidasi …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: