Pengolahan Jelantah Jadi Biodiesel Bisa Kurangi Pencemaran Lingkungan, Pemkab Beri Tanggapan Positif

TVTABALONG.COM – Idealnya minyak goreng hanya dapat digunakan sebanyak tiga kali. Dari segi kesehatan, penggunaan minyak goreng lebih dari 3 kali, berpotensi menjadi penyebab penyakit kanker.

Setelah 3 kali pakai pun, biasanya minyak goreng berubah menjadi jelantah atau minyak bekas. Oleh sebagian orang, minyak jelantah cenderung dibuang, baik ke saluran pembuangan, sungai, maupun ke tanah langsung. Hal ini berpotensi menyebabkan pencemaran.

Baca Juga : Manfaatkan Jelantah Jadi Biodiesel

Namun kini Bumdes Maburai bekerjasama dengan PT Adaro Indonesia, untuk mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel.

Kerjasama ini pun mendapat tanggapan positif dari kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rowi Rawatianice. Menurutnya pemanfaatan minyaj jelantah jadi biodiesel, jadi salah satu alternatif untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.

“kami melihat ini positif sekali” kata Rowi

“kalau disinggung masalah nilai ekonomis, kalau kita bicara lingkungan tidak bisa dilihat nilai ekonomis secara kasat mata, tetapi ketika kita melakukan itu untuk menyelamatkan lingkungan, itu nilainya tidak terhingga”  tambahnya

Rowi menambahkan, dengan adanya pemanfaatan jelantah menjadi biodiesel, warga Tabalong tidak lag membuang minyak jelantah ke saluran pembuangan yang dapat mencemari lingkungan. Bahkan minyak jelantah dapat menjadi potensi pendapatan baru bagi warga.

Reporter : Rulyandi Rahman | Redaktur : Hendriyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: