Pemilik Apotek Tanggapi Larangan Penjualan Obat Sirup

by tabalong hari ini
0 comment

Sejumlah pemilik apotek di Tabalong mulai khawatir dengan adanya kasus gagal ginjal akut misterius yang diduga akibat penggunaan obat sirup. Kasus tersebut membuat penjualan obat sirup terhenti, lantaran masyarakat takut dengan efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan obat sirup.

Terdapat puluhan bahkan ratusan jenis obat dalam bentuk sirup yang sebelumnya ramai dijual di berbagai apotek, khususnya yang biasa digunakan untuk anak di bawah lima tahun. Pemilik Apotek Puri Farma Dahliati khawatir jika fenomena ini terus berlanjut akan berdampak pada penurunan omset usahanya.

“Kami sebenarnya ini kami mengkhawatirkan juga ini masalah omset yang otomatis ini kan menurunkan omset penjualan ni jadi kami mesti harus anu juga mencarikan gimana caranya supaya pasien itu bisa membeli obat jadi ya salah satunya dengan konsultasi ke dokter kan kebetulan kita juga ada dokter juga kan,” kata Dahliati, Pemilik Apotek Puri Farma.

Pemilik Apotek Sinar Farma, Puput mengaku bahkan belum mendapat edaran resmi dari pihak terkait akan adanya larangan penjualan obat dalam bentuk sirup. Namun ia berharap edaran larangan penjualan obat sirup diberlakukan kepada seluruh apotek di Tabalong agar tidak merugikan beberapa apotek saja.

“Belum ada dapet, misalkan menurut saya ya misalkan ada tersurat mungkin atau ada edaran ya kita bakal ikutin, tapi harus paling ngga jangan untuk apa ya satu atau dua apotik aja tapi keseluruhan jadi ngga merugikan satu atau dua apotek aja,” tutur Puput, Pemilik Apotek Sinar Farma.

Puput menambahakan saat ini pihaknya masih memajang obat dalam bentuk sirup lantaran edaran larangan penjualan obat tersebut belum dikeluarkan pihak berwenamg. Namun ia mengaku tetap memberikan edukasi kepada masyarakat atas fenomena yang sedang terjadi, agar masyarakat atau pembeli dapat memilih obat secara aman dan sesuai kebutuhan.

(Gazali Rahman, TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment