Kemenag Tabalong Tetapkan Kadar Zakat Fitrah 2019, Panitia Diminta Tidak lakukan Transaksi Jual Beli Beras Zakat Fitrah

TVTABALONG.COM – Melalui keputusan nomor 261 tahun 2019, Kantor Kementerian Agama Tabalong tetapkan penetapan kadar zakat fitrah tahun 2019.

Penetepan berdasarkan hasil survei harga beras di Kabupaten Tabalong, dan rapat koordinasi dengan instansi terkait dan ormas Islam, pada Selasa 14 mei lalu, di kantor Kementerian Agama Tabalong.

Beras yang dikeluarkan untuk zakat fitrah ialah beras yang biasa menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari, dengan minimal 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras per jiwa.  Sedangkan zakat fitrah yang dinilai dengan uang, besaran tertinggi senilai Rp 40 ribu rupiah dan terendah Rp 22 ribu rupiah.

Perhitungan zakat fitrah berdasarkan dari Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 52 tahun 2014 pasal 30 ayat 1,2 dan 3. Panitia pengumpul zakat diminta, tidak melakukan transaksi jual beli beras zakat fitrah.

“harapan kami bahwa penyelenggaran dan pelaksanaan penerimaan zakat fitrah tahun ini kita tetap mengacu kepada fiqih, yang dikuatkan lagi dengan peraturan mentri nomer 52 tahun 2014 pada pasal 30 ayat 1,2 dan 3″ kata kepala sub Bagian TU Kemenag Tabalong, Sahidul Bakhri

“mereka-mereka yang berzakat dengan uang ayo langsung dengan uang, mereka ingin dengan beras langsung dengan beras

“karena kalau terkait dengan jual beli beras, kami tidak ada hak memperjualbelikan beras yang sudah mereka zakatkan, kemudian yang kedua posisi kita di dalam masjid”

Dari hasil kesepakatan bersama, kadar zakat fitrah tahun 14-40 hijriyah jika dinilaikan dengan uang untuk beras unus pulut atau mayang senilai Rp 40 ribu.

Unus mutiara senilai Rp 35 ribu. Rojo lele dan sejenisnya senilai Rp 32 ribu. Lantik, karang dukuh, kardil, dan sejenisnya senilai Rp 27 ribu. Dan si hirang IR bulog dan sejenisnya senilai Rp 22 ribu.

Reporter : Muhammad Aditya | Redaktur : Hendriyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: