Komisi 1 DPRD Siap Dampingi Dinkes Sosialisasikan Masalah Stunting

by tabalong hari ini
0 comment

Dalam rapat bersama Komisi I DPRD Tabalong, pada 18 April 2022, Dinas Kesehatan Tabalong menyampaikan angka prevalensi stunting Tahun 2021 turun menjadi 8,9%, dari 11,69% pada tahun sebelumnya. Turunnya angka stunting ini tak terlepas dari upaya yang selama ini dilakukan dinas kesehatan bersama stakeholder terkait, seperti penguatan kader kesehatan di tingkat puskesmas tiap kecamatan, dan pemenuhan tambahan pangan untuk perbaikan status gizi melalui APBDES.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tabalong, Dokter Rapolo Manik menjelaskan, penguatan kader dan pemenuhan tambahan pangan harus diimbangi dengan tingkat kesadaran para orang tua, untuk memberikan asupan gizi seimbang kepada anaknya. Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang diberikan sejak 1000 hari pertama kehidupan, dimulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

“Akses masyarakat kita terhadap pangan bergizi itu tidak mengalami masalah, baik terkait dengan protein, karbohidrat, maupun mikronutrien lainnya. Tetapi di sisi lain makanan-makanan yang mengancam asupan makanan bergizi tadi, dia berkompetisi juga, begitu gampang diperoleh. Jadi ini tentu harus dibarengi dengan pengetahuan dan perilaku luas bahwa kita harus memprioritaskan makanan yang bernilai gizi yang baik,” kata dr. Rapolo Manik, Kabid Kesmas Dinkes Tabalong)\.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Rini Irawanty sepakat, dengan penjelasan Dokter Rapolo mengenai tingkat kesadaran orang tua terhadap asupan gizi seimbang. ia pun berharap, dinkes dan stakeholder terkait juga melakukan pendampingan atau sosialisasi langsung dengan orang tua, khususnya ibu-ibu rumah tangga.

 “Kami bahkan menawarkan diri kepada dinas kesehatan untuk melakukan pendampingan juga, nanti kami akan ikut ke lapangan. Kami ingin melihat, seperti apa pendampingan-pendampingan makanan yang diberikan oleh program dinas kesehatan selama ini dalam hal penanganan stunting ini. Kami siap bersedia turun ke lapangan melihat langsung,” ungkap Rini Irawanty, Waket Komisi I DPRD Tabalong.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Tabalong, Dokter Rusly Thamrin meminta, transparansi data stunting secara by name by address. Hal ini bertujuan memudahkan anggota dewan untuk turun langsung ke lapangan, terutama stunting sieviert atau kategori berat.

“Supaya data itu oleh dprd bisa turun ke desa atau kecamatan yang banyak stunting disitu, terutama yang sieviert, saya dengar tadi 38 orang. Nah kalo bisa ini difoto juga, difoto supaya kami punya data tentang itu,” tutur dr. Rusly thamrin, Anggota Komisi I DPRD Tabalong.

Terkait hal ini, Dokter Rapolo Manik menuturkan, data by name by address penderita stunting sudah tersedia, sehingga segera akan diserahkan kepada Komisi I DPRD Tabalong.

(Alfi Syahrin, TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment