DLH Minta Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kelola Limbah B3

TVTABALONG.COM – Fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Tabalong, diminta untuk dapat mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3, terutama limbah medis. Hal ini sampaikan Dinas Lingkungan Hidup Tabalong saat sosialisasi pengelolaan limbah B3, pada 30 April 2019 di Mabuun.

Pengelolaan limbah B3 yang dimaksud, meliputi pengurangan, pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengumpulan, pengolahan, hingga penimbunan limbah. Sehingga tidak menimbulkan potensi munculnya dampak negatif limbah B3, pada kesehatan maupun lingkungan.

nah ini apabila tidak dikelola dengan baik maka dapat berpengaruh terhadap lingkungan baik langsung maupun tidak langsung” kata Kasi Pengelolaan Limbah B3 DLH Kalsel, Robby Cahyadi

“nah kalau limbah medis ini karena ada patogen dan infeksius maka langsung berpengaruh terhadap kesehatan jadi itu yang harus dikelola dengan baik” tambah Robby

Sosialisasi ini untuk memastikan, pengelolaan limbah B3 oleh fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan secara tepat dan benar. Pasalnya Dinas Lingkungan Hidup diberi wewenang, untuk memantau pengelolaan limbah B3 medis, yang dikasilkan fasilitas pelayanan kesehatan.

pengelolaan limbah B3 yang khususnya adalah limbah medis, ada kewajiban pada DLH” kata Kabid Kebersihan & Persampahan DLH Tabalong, Fairuji

 “makanya kami lakukan sosialisasi, kewajiban kami adalah untuk pemantauan, pengelolaannya kemudian bagaimana waktunya, dan lain-lain yang terkait dengan kapasitas DLH”

Baca Juga : DLH Tabalong : Limbah B3 Medis Bisa Jadi Peluang Bisnis

Saat ini, pengelolaan limbah B3 medis dari fasilitas pelayanan kesehatan masih belum terfokus di satu tempat. Untuk limbah B3 hasil RSUD dan puskesmas serta sejumlah kilinik, masih berpusat di RSUD Badaruddin Tanjung. Sedangkan sebagian lainnya mengirimkannya ke pengelola limbah B3 di luar kota.

Reporter : Sherly Nova Arianti | Redaktur : Hendriyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: