DBD Mengancam Jiwa! Kenali Gejala Awalnya Sebelum Terlambat

TVTABALONG.COM – Penyakit demam berdarah menjadi penyakit yang banyak ditemukan saat musim penghujan atau sesudahnya. Penyebaran penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti, yang umumnya berkembang biak di genangan air bersih, seperti genangan air hujan yang ada di penampungan maupun genangan air yang disimpan di bak dalam rumah rumah.

Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal DBD. Pasalnya keterlambatan penanganan pasien DBD akan mengancam jiwa. Gejala awal DBD umumnya demam tinggi mendadak selama 2 hingga 7 hari, disertai dengan ruam merah baik di wajah maupun di bagian tangan.

Baca Juga : Penderita DBD di RSUD Badaruddin Kasim Didominasi Anak-Anak

Yang membedakannya dengan penyakit lain, serangan demam pada DBD juga disertai dengan nyeri otot, sakit kepala parah, dan sakit pada bagian belakang mata. Tubuh juga akan merasa lelah yang diiringi gejala mual dan muntah.

Dokter Syaifullah menyebabkan, gejala DBD disebabkan virus yang menyerang pada sistem peredaran darah di tubuh. Sehingga angka trombosit menurun drastis, sehingga kekebalan tubuh turut menurun.

“untuk penderita DBD, yang pasti gejala yang muncul adalah panas yang tinggi” jelas dr. Syaifullah

“Kemudian karena panas yang tinggi itu menyebabkan menurunnya aktivitas dan menjadi lemas, kerena DBD menyerang pada sistem darah” lanjutnya

“hasil pemeriksaan darah yang dilakukan di RS menunjukkan bahwa seseorang adalah paenderita DBD adalah dengan menilai angka trombosit” tambah dr. Syaifullah

Penderita DBD harus segera mendapatkan penanganan medis, sebab bila sudah muncul ruam merah pada telapak tangan hingga kaki, artinya DBD sudah memasuki fase kritis.

Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah, pembesaran hati, hingga kegagalan sistem peredaran darah.

Reporter : Purnamasari | Redaktur : Hendriyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: