BPN Jelaskan Akar Masalah Maraknya Sengketa Lahan Di Kelurahan Mabuun

TVTABALONG.COM  – Kelurahan mabuun banyak menyisakan persoalan permasalahan sengketan tanah. Permasalahan yang berakar dari konsolidasi tanah di aera tersebut, tengah menjadi pembasan DPRD Tabalong bersana Kantor Pertanahan Tabalong.

Komisi III DPRD Tabalong, diskusikan masalah sengketa lahan di sejumlah bidang tanah di Kelurahan Mabuun, bersama Kantor Pertanahan Tabalong. Sengketa lahan tersebut berawal dari keluhan 22 orang warga kelurahan mabuun ke DPRD.

Seperti yang dijelaskan kepala kantor pertanahan Tabalong, Kusworo, sengketa lahan berawal dari kegiatan konsolidasi tanah perkotaan, yang dilakukan pemerintah pada tahun 1998, di  daerah Mabuun.

Konsolidasi tanah sendiri merupakan penataan kembali penguasaan dan penggunaan tanah, untuk kepentingan pembangunan pemukiman, agar tertata rapi, dan memiliki akses jalan. Konsolidasi tanah, mengakibatkan pergeseran posisi tanah, serta perubahan ukuran tanah menjadi lebih sempit.

Kegiatan konsolidasi tanah seluas sekitar 100 hektar tersebut terhenti di tahun 2002. Penghentian program itu menyebabkan selisih paham antar pemilik lahan di daerah tersebut, yang berlanjut hingga saat ini. Bahkan tanah dilokasi tersebut sudah diperjual belikan oleh sebagian ahli waris.

Dalam hal ini, Kantor Pertanahan sendiri mengakui masih mengkaji solusi yang  tepat bagi sengketa tanah di daerah Mabuun, karena kasus pembiaran telah berlangsung lama. Sementara itu, DPRD Tabalong akan kembali membahas dengan SKPD terkait, dan kantor pertanahan sendiri, untuk mencarikan solusi yang tepat.

Konsolidasi tanah di Tabalong, sebelumnya telah dilakukan di Pembataan dan Mabuun. Konsolidasi pertanahan di Pembataan telah rampung diselesaikan, dengan menghasilkan hunian dan tata kota yang rapi, sehingga meningkatkan nilai ekonomi tanah di daerah itu.

(Hendriyani)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: