Berantas Jentik Nyamuk, Cara Efektif Putus Rantai Penyebaran DBD

TVTABALONG.COM – Dinas Kesehatan bersama puluhan petugas Puskesmas se-Tabalong, sosialisasikan aksi basmi jentik nyamuk aedes aegypti, pada 8 Februari.

Aksi basmi jentik nyamuk dilakukan di Komplek Plambon Griya Asri Mabuun, yang dianggap sebagai lokasi padat penduduk, dan berpotensi rawan DBD.

Saat ini, Dinas Kesehatan lebih mengarahkan pembasmian DBD, dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air hujan.

Pasalnya nyamuk aedes aegypti betina penyebar virus DBD umumnya  dapat 4 kali bertelur, yang bisa menghasilkan hingga 600 butir di genangan air hujan yang tertampung di pemukiman.

Masyarakat pun diedukasi untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan menabur serbuk abatisasi di penampungan air, untuk membasmi jentik.

Menurut kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, pemberantasan jentik lebih efektif untuk memutus rantai penyebaran visrus DBD, jika dibandingkan fogging.

Pasalnya fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja.  Sehingga potensi penyebaran virus demam berdarah masih besar, terutama yang berasal dari jentik nyamuk.

“fogging hanya mmebunuh nyamuk dewasa. Sementara nyamuk dewasa betina DBD mempunyai masa 4 kali bertelur.yng menghasilkan 6 ratus jentik.” jelas Taufiq

Oleh karen itu kita lakukan  berantas jentik, khususnya di penampungan air yang tidak langsung menyetnuh tanah” tambahnya lagi

Selain dengan cara basmi langsung jentik di tampungan air milik warga, pengendalian fektor terpadu kali ini juga dilakukan dengan cara menanam tumbuhan serai di sekitar pekarangan rumah warga.

Tanaman obat ini mengandung geraniol dan sitronelan yang digadang mampun mengendalikan nyamuk DBD.

Reporter : Purnamasari | Redaktur : Hendriyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: