Sengketa Lahan, Warga Sempat Buat Kolam di Area Sekolah

Sengketa lahan antara Smp Negeri 5 Tanjung dengan warga sekitar, membuat pihak sekolah mengajukan permohonan kepada pemerintah, untuk dibuatkan pagar pembatas. Hal ini untuk mengamankan aset sekolah dari warga sekitar.

Sejak awal berdiri pada tahun 1994, SMPN 5 Tanjung yang terletak di Desa Wayau kecamatan Tanjung, hanya menggunakan patok berupa semen BPN sebagai pembatas lahan dari pengukuran awal, kondisi ini membuat warga dengan mudahnya keluar masuk melintasi SMPN 5 Tanjung, bahkan tidak jarang lahan sekolah seluas dua puluh ribu meter persegi ini dipakai untuk kepentingan warga seperti jalan ke perkebunan, serta pekarangan rumah warga.

kepala tata usaha SMPN 5 Tanjung, Sri Fathurrasyida mengatakan, permasalahan lahan ini muncul sejak tahun 2009, dengan pembangunan jalan setapak di halaman sekolah.

Untuk mengamankan asetnya, pada tahun 2015 pihak sekolah pihak sekolah membuat sertifikat kepemilikan tanah, namun dari luas awal lahan 20.000 meter persegi hanya 18.550 meter persegi lahan yang bisa disertifikasi.

bahkan di tahun 2017, warga sempat membuat kolam wisata dilahan sekolah, melalui anggaran dana desa, namun karena tidak ada persetujuan dari pihak sekolah, pembuatan kolam tersebut dihentikan.

www.tvtabalong.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: