Wow, Petani Sebut Hasil Panen Budidaya Bawang Merah Bisa Capai 10 kali Lipat dari Bibit

Wilayah utara Tabalong, seperti kecamatan Muara Uya dan Jaro, dianggap berpotensi dijadikan tempat budidaya bawang merah. Meski sejumlah petani menyatakan, modal budidaya merah tergolong mahal, namun jika dijual dengan harga pasaran terendah, petani tetap bisa mendapatkan keuntungan.

Petani di kecamatan Jaro dan Muara Uya, tengah gencarnya membudidayakan bawang merah. Terlebih saat ini, kabupaten Tabalong mendapatkan bantuan budidaya bawang merah dari pemerintah pusat, dengan didukung dengan APBD kabupaten.

Petani mengaku, meski biaya budidaya bawang merah di Tabalong tergolong tinggi, petani tetap bisa mendapatkan keuntungan, meski bawang merah dijual dengan harga terendah pasaran, seperti 15 ribu rupiah perkilonya.

Jika dikalkulasikan, petani mengaku panen bruto yang dapat diterima petani adalah sekitar 10 kali lipatnya. Jika di tanam di lahan seluas 1 hektar, petani akan membutuhkan bibit bawang sekitar satu ton, atau senilai 40 juta rupiah, jika ditambah biaya budidaya sebesar 40 juta rupiah, total biaya yang dikeluarkan petani sebesar 80 juta rupiah untuk satu hektar.

Sedangkan jika perbandingan satu berbanding sepuluh, maka diperkirakan hasil panen mencapai 10 ton. dengan harga jual terendah 15 ribu rupiah per kilogramnya, maka keuntungan kotor petani mencapai 150 juta rupiah per hektarnya.
Perhitungan keuntungan ini membuat petani Jaro, terus berupaya menanam bawang merah. Terlebih saat ini pihaknya mendapat bantuan bibit dan pupuk, yang dapat membantu meringankan modal mereka.

Kali ini, petani Jaro kembali menanam bawang merah dilahan seluas satu hektar, yang berasal dari bantuan APBD kabupaten, untuk penangkaran bibit/www.tvtabalong.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: