Tukang Ojek Dan Pedagang Buah Keluhkan Naiknya Harga BBM

Selama tahun 2018, pemerintah sudah tiga kali menaikkan harga bahan bakar minyak. Kenaikan harga ini dirasakan cukup memberatkan masyarakat kecil, yang biasanya berimbas  pada sektor lain.

Kenaikan harga BBM pertama kali diumumkan tanggal 13 januari,  kemudian tanggal 20 januari dan yang terakhir tanggal 24 februari kemarin. Terdapat kenaikan pada sejumlah jenis BBM pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, dan terakhir pertalite.

Meski kenaikan pertalite hanya sebesar 200 rupiah, pelaku usaha merasa keberatan dengan naiknya harga BBM. Salah satunya penyedia jasa ojek motor di Tanjung, yang merasa keberatan dengan naiknya harga BBM yang merupakan kebutuhan  pokok dalam menjalankan usahanya.

Rijani,  penyedia jasa ojek motor mengatakan, meski harga BBm jenis pertalite naik, pihaknya tidak bisa serta merta menaikan tarif ojek. mereka mengeluhkan sebelum BBM naik saja mereka sudah kesulitan mendapatkan penumpang, ditambah dengan kenaikan harga BBM pendapatan tukang ojek semakin susah.

Hal senada disampaikan tukang buah keliling Ijai Sulingan, yang biasa mangkal di kawasan Tanjung Selatan. Dirinya dulu menjual buah dengan cara keliling kampung, namun untuk sekarang dirinya hanya berjualan menetap di satu tempat saja.

Meski harga BBM sudah mengalami kenaikan, dirinya masih menjual dagangannya dengan harga yang sama. Tidak menutup kemungkinan, jika biaya angkut buah naik, dirinya terpaksa menaikan harga jual kepada pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!