Meski Surplus, Ternyata Beras Lokal Kurang Diminati Masyarakat Perkotaan

TVTABALONG.COM – Meski Tabalong mengalami surplus beras sebesar 39 ribu ton lebih, akan tetapi pedagang beras di Tabalong justru menjual beras dari luar daerah. Hal itu disebabkan, masyarakat di area perkotaan Tabalong, lebih memilih jenis beras yang tidak di tanam petani lokal.

Umumnya beras yang dikonsumsi masyarakat perkotaan, berasal dari Kabupaten Banjar, maupun beras jawa, seperti beras siam, mayori, serta unus mayang.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Plambon Pembataan, Saipul, menuturkan, dari sembilan jenis beras yang ia jual, tidak satupun berasal dari Tabalong.

Ia mengakui beras lokal kurang diminati pembeli. Selain itu dirinya juga kesulitan, mendapatkan penjual beras lokal dengan skala besar.

Kepala bidang ketersediaan dan kerawanan pangan Dinas Ketahanan Pangan Tabalong, H. Khairin mengatakan, beras dari luar daerah yang beredar di Tabalong, sulit untuk ditanam petani Tabalong. Karena memiliki resiko gagal panen yang lebih tinggi.

Pasalnya beras luar membutuhkan waktu lima sampai enam bulan untuk panen, sedangkan bibit padi biasanya hanya membutuhkan waktu empat bulan.

Khairin menambahkan,ada tiga jenis padi yang biasanya ditanam petani Tabalong yaitu jenis infari, cibogo dan ciherang. Sedangkan hasil dari panen petani lokal, biasanya hanya di jual di perkampungan setempat.(tvtabalong.com)

Syarif Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: