Kenaikan Harga Pasca Lebaran Turut Picu Inflasi di Tabalong

TVTABALONG.COM – Kenaikan harga sejumlah komoditas pasca lebaran hari raya Idul Fitri beberapa waktu lalu, ternyata salah satu penyebab terjadinya inflasi di kota Tanjung Tabalong. Tercatat per Juli 2018, inflasi di kota tanjung tabalong mencapai 0,94 persen. Atau dengan indeks harga konsumen 134,91 persen.

Badan Pusat Statistik Tabalong mencatat, pada bulan Juli lalu, kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,94 persen. Dengan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran, berupa bahan makanan sebesar 2,53 persen.

Selain itu, kelompok pengeluaran terendah, yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,14 persen. Libur lebaran, ternyata tidak mempengaruhi inflasi dari sektor rekreasi di Tabalong.

Komoditas dominan yang menjadi pendorong inflasi bulan Juli 2018, yakni kacang panjang 0,33 persen, jagung manis 0,18 persen, kontrak rumah 0,12 persen, cabai rawit 0,11 persen, dan telur ayam ras 0,11 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Tabalong, Tri Agus Budi Prihanto mengatakan, adanya kenaikan harga BBM, khususnya pertamax bulan lalu bukanlah faktor utama inflasi di Tabalong. Karena inflasi terbesar terjadi pada komoditi kacang panjang.

Kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan, yaitu kelompok sandang, sebesar 0,17 persen. Dengan penyumbang deflasi yakni bawang merah, beras, daging ayam ras, tempe dan telpon seluler.(tvtabalong.com)

Sherly Nova Arianti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: