Dana Desa Diprediksi Turun, Kenapa?

Dalam APBD induk 2018, Pemkab Tabalong telah menganggarkan  alokasi dana desa sebesar  93 milyar rupiah, namun dana tersebut diprediksi mengalami penurunan pada APBD perubahan, hal tersebut, dipengaruhi perkembangan produksi sumber daya alam Tabalong, yang merupakan sumber utama alokasi dana desa di Tabalong.

Kebijakan pemerintah daerah dalam alokasi dana desa dari APBD, sangat tergantung pada kesuluruhan dana transfer, yangterdiri dari tiga komponen yaitu, dana alokasi khusus, dana alokasi umum, dan dana bagi hasil.

Dalam hal ini kabupaten Tabalong bergantung dari dana bagi hasil royalty sumber daya alam, sebagai sumber utama pendapatan asli daerah. Seiring dengan fluktuasi produksi dan kontribusi royalty kepada daerah yang menurun, maka alokasi dana desa harus menyesuaikan pendapatan asli daerah tersebut.

Kepala badan pengelola keuangan dan aset daerah Tabalong, H. Yuzan Noor Mengatakan,  estimasi strategi penganggaran dan pendapatan harus menyesuaikan situasi progres perhitungan produksi dan situasi kegiatan aktifitas pertambangan,  tim anggaran pemerintah daerah, akan  melakukan estimasi alokasi dana desa tahun 2018,  yang diperkirakan nominalnya mendekati dengan 2017 lalu, yaitu kisaran 82, 8 milyar rupiah.

Yuzan Noor menambahkan, rapat pembahasanan rancangan APBD perubahan 2018 akan difinalkan kira-kira bulan mei 2018 yang nantinya harus dirapatkan dengan DPRD dan di evaluasi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dan disahkan oleh gubernur Kalimantan Selatan. Yuzan menuturkan ia dan jajaran setiap bulannya masih menyusun anggaran yang sesuai dengan pendapatan asli daerah.

www.tvtabalong.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: